Larangan Judi dalam Islam

situs judi bola – Sebagai negara dengan jumlah penganut Agama Islam terbanyak di dunia sudah tentu faktor religiusitas akan menjadi faktor yang dominan di negeri ini. Sekarang kita akan meninjau dari sisi agama terkait larang judi. Dalam Islam, judi adalah salah satu perbuatan yang diharamkan dan melakukannya adalah dosa.

Lantas kita mulai bertanya-tanya, jika dilarang apakah ada dalil atau hadits-nya? Nah, di bawah ini akan kita ulas hal tersebut. Bagi kita yang beragama Islam tentu hal ini sangat penting untuk bekal pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan mengenai fiqih lebih tepatnya.

Sebagai muslim sudah selayaknya kita mempelajari apa-apa yang berkaitan dengan urusan sehari-hari termasuk perjudian. Kalau aturannya kita tahu maka diharapkan keyakinan kita terhadap hal tersebut akan kian bertambah. Yuk kita simak larangan judi dalam Islam berikut ini.

Q.S. Al-Maidah:90

Dalam Alquran surat kelima ini diterangkan bahwa meminum arak (yang memabukkan), berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, merupakan perbuatan setan yang perlu kita jauhi. Larangan judi termuat dalam ayat ke-90 dalam surat ini. Judi dipadankan dengan kegiatan negatif lainnya seperti meminum arak dan mengorbankan sesuatu untuk berhala.

Artinya larangan judi dalam Islam sangatlah jelas tecantum dalam ayatnya. Jadi jika kita beragama Islam sudah sepatutnya kita mengikuti pedoman utama umat Islam itu sendiri yakni Alquran. Menjauhi kegiatan judi termasuk dalam larangan yang tetulis dalam Alquran.

Q.S. Al-Baqarah:219

Dalam surat lain dijelaskan mengenai larangan judi pula yakni pada Quran Surat Al-Baqarah ayat 219. Dalam surat ini dijelaskan bahwa minuman keras (khamr) dan berjudi. Dalam surat tertulis bahwa berjudi dan meminum minuman keras termasuk dalam dosa besar. Meski dalam surat tesebut juda diterangkan bahwa ada pula manfaatnya namun dosanya tetap lebih besar dari manfaat yang didapat.

Larangan judi dalam Islam pada Surat Al-Baqarah ini sangat jelas sekali bahwa judi akan menimbulkan dosa dimana dosa pasti akan merugikan manusia itu sendiri baik secara langsung maupun tak langsung. Kerugian yang didapat akan lebih besar dari manfaat yang didapat. Jadi sebaiknya menjauhlah dari hal-hal yang demikian. Kerugian-kerugian yang didapat berpotensi justru mencelakakan kita sebagai pelaku perjudian. Sebaik-baik tindakan terhadap perjudian adalah menjauhinya.

Hadits

Dalam hadits larangan judi juga disinggung. Salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim memaparkan mengenai judi dan persembahan berhala Latta dan Uzza. Dalam potongan hadits tersebut dinyatakan bahwa Rasulullah SAW berkata “barangsiapa berkata kepada temannya, “mari aku ajak kamu berjudi,” hendaklah dia bersodaqoh”. Jelas sekali aroma larangannya di sini.

Larangan judi dalam Islam ini sangat memilki muatan pelarangan meski disampaikan dengan bahasa yang sangat halus. Dalam kalimatnya Rasulullah menggambarkan bahwa ketika ada seseorang yang mengajak dalam perbuatan judi diimbau untuk bersodaqoh. Itu baru perbuatan mengajak belum sampai tahap melakukan.

Artinya kita sebagai umat muslin dilarang melakukan judi walaupun hanya mengajak. Mengajak saja kita sudah harus bersodaqoh sebagai jalan pensucian diri apalagi jika kita sendiri pelakunya. Sudah diterangkan di atas bahwa tindakan judi merupakan tindakan yang dosa besar dimana itu adalah perbuatan setan.

Setan adalah simbol ketercelaan atau keburukan. situs judi bola disebut sebagai perbuatan setan artinya menggambarkan bahwa hal itu adalah hal yang buruk dan tercela seperti halnya setan yang memang ditakdirkan untuk melakukan tindakan yang tercela. Larangan judi dalam Islam sudah cukup dijelaskan dengan dua ayat dan satu hadits di atas.

Dalam Q.S. Al-Maidah ayat 90 dan Q.S.Al-Baqarah ayat 219 serta dalam hadits di atas sama-sama membungkus judi dan meminum minuman keras dalam satu ayat. Seolah keduanya saling berkaitan dalam aktivitas manusia. Kita bisa sama-sama melihat kanan kiri kita tentang kebenaran dari keterkaitan dua hal tersebut. Apakah orang yang suka mabuk biasanya suka judi atau yang suka judi biasanya suka mabuk?  Adakah korelasi antara keduanya?

Atau setidaknya tingkat destruksi atau kehancuran dalam tatanan kehidupan bemasyarakat dapat dikelompokkan dalam satu nafas antara judi dan mabuk. Sebagai masyarakat yang mayoritas muslim tentu orang yang berperilaku suka judi dan mabuk akan cenderung tidak disukai oleh masyarakat secara umum. Mereka akan cenderung dijauhi oleh masyarakat terutama oleh kaum yang anti dengan perilaku mereka. Sebab bagi yang mengerti mengenai hukum Islam mereka mengerti larangan judi dalam Islam.

Jika kita memang tak bisa memberikan ajakan untuk menjauhi tindakan berjudi maka setidaknya kita dapat mengontrol diri untuk menjauhinya. Lebih luas lagi paling tidak keluarga terdekat kita tidak terjerumus dalam tindakan judi yang jelas-jelas dilarang oleh agama. Paling tidak itu dulu jika itu tindakan yang paling optimal dari kita.

Dalam surat di atas dijelaskan bahwa judi itu ada manfaatnya namun dosanya lebih besar dari manfaaatnya. Alquran cukup adil dalam redaksinya, Alquran tidak menafikan adanya potensi keuntungan dalam perjudian tapi memberi peringatan selanjutnya bahwa manfaatnya tidak sebanding dengan efek atau dampaknya. Baik efek jangka pendek maupun jangka panjangnya.

Jika larangan judi dalam Islam ini tetap kita langgar dalam satuan masyarakat maka akan sangat sukar kita dalam membangun peradaban. Namanya saja peradaban, berkata dasar adab. Pembentukan manusia yang beradab. Manusia yang beradab tidak akan terbentuk dari kebiasaan masyarakatnya yang gemar berjudi.

Nah, demikian ulasan singkat mengenai larangan judi dalam Islam, menarik bukan ulasannya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *